Tune Up Mesin Diesel

Cara yg paling simpel dilakukan merupakan membersihkan intake manifold. Karena mobil diesel cenderung mempunyai saluran masuk yg lebih kotor ketimbang mesin bensin. Uniknya, proses pencucian ini seperti dengan menyemprotkan engine conditioner yg digunakan buat kendaraan beroda empat bensin.

Bedanya, cairan yg digunakan wajibspesifik untuk diesel dengan harga Rp 100 ribuan. Sebab karakternya kentara tidak selaras dengan bensin. Praktis kok mencarinya, tabung kemasan memang mirip engine conditioner buat bensin namun terdapat goresan pena spesifik buat diesel (Gbr.1).

Aplikasinya cukup mudah, tinggal semprot ke arah intake manifold alias saluran masuk udara menuju mesin. Buat mesin diesel konvensional seperti pada Mitsubishi Kuda, Isuzu Panther atau Toyota Kijang, tinggal copot saja slang pada intake (Gbr.2) & semprotkan cairannya.

Begini cara menyemprotnya, usahakan semprotan rata memutar (Gbr.3). Biasanya lubang intake ada pada tengah, usahakan semprotan homogen ke arah kiri & kanan agar terisapnya pula homogen ke masing-masing silinder.

Semprot memutar sekali saja, kemudian biarkan. Putaran stasioner mesin bakal meninggi sebentar, lalu turun lagi. Setelah turun, sanggup disemprot lagi. Langkah ini bisa dilakukan dua atau tiga kali. Lalu gas mesin supaya busa & keraknya tersedot.

Setelah tiga kali menyemprot dan mesin digas, proses ini sanggup diulangi lagi hingga tiga kali. Jadi semprot lagi beberapa kali dan gas, terus ulangi lagi. Nanti bakal kelihatan kalau diintip, kerak di pada intake bakal berkurang.

Proses ini pula bisa dilakukan dalam mobil diesel sophisticated, bahkan dengan sistem common-rail. Hanya, bedanya pada mesin diesel seperti ini umumnya ada katup yang seperti skep gas dalam intake. Katup ini bukan skep gas & hanya berfungsi seperti choke pada mesin bensin.

Sebelum membuka slang intake, cek dulu apakah mesin common-rail Anda mempunyai air mass sensor. Alat ini berupa kotak hitam minidengan soket kabel pada kurang lebih saringan udara. Kalau tidak ada, silahkan buka slang dan semprot saja pada kurang lebih katup skep tersebut. Langkahnya bisa sama dengan mesin diesel konvensional.

Tetapi jika ada mass air sensor, slang intake tidak boleh dibuka. Penyemprotan wajibdilakukan lewat slang miniyang melekat dalam intake. Misalnya slang PCV. Buka saja slang PCV & selipkan pipa kecil buat menyemprot lewat lubang yg terbuka. Mudah kan?

Proses yg satu ini seperti ‘sedot lemak’ pada tubuh. Bedanya, ‘lemak’ menurut karbon residu pembakaran yg berada pada ruang bakar dilebur bersama kotoran yang pula berada dalam saluran pompa suntik & nosel. Khasiatnya punya dampak lebih ketimbang engine conditioner contoh semprot dalam saluran hawa.

Aplikasinya selain sebagai media tune-up. Bisa pula menjadi obat pembersih saluran pompa suntik. Seperti kejadian mesin yg menyendat pada putaran tinggi yang pernah dialami Isuzu Panther lansiran tahun 2001 milik operasional kantor. Tanpa harus melakukan servis pompa suntik. Ternyata masih sanggup dirawat menggunakan bantuan cairan tersebut.

Lantaran relatif mudah, Anda sendiri dapat melakukan sendiri aplikasinya. Hanya perlu mencari bahannya, berupa cairan yg sanggup dimasukkan ke pada saluran bahan bakar. Salah satunya berlabel Diesel Purge yang bisa didapat di pasaran dengan harga Rp 120 ribuan. Ada dua macam perawatan menggunakan cairan semacam ini. Mau tahu? Simak prosesnya berikut adalah.

Pertama menjadi perawatan ringan, maksudnya apabila performa mesin ingin dijaga walaupun masih relatif terasa normal saat dipacu. Caranya cukup tuang satu botol penuh ke pada tangki bahan bakar. Proses pencucian berjalan beserta Solar yang terisap sang pompa suntik.

Kedua, buat mesin yang performanya mulai kendur namun tidak mengeluarkan asap putih ketika percepatan. Caranya, abaikan mesin ‘minum’ obat ini menggunakan menyedot pribadi cairan tadi dari botolnya. Agar cairan sanggup sahih-sahih bersirkulasi dalam pompa suntik & berfungsi seolah BBM.

Maka sebaiknya cairan ini ditampung pada satu wadah khusus. Cabut selang Solar masuk dari keluaran filter Solar yg terhubung menggunakan pompa (Gbr.4). Saluran pulang minyak ke tangki dari pompa injeksi jua dilepas & dimasukan ke dalam wadah (Gbr.5). Agar cairan yg tersedot menurut 1/2 isi botol ini bisa terlihat, sebaiknya pakai wadah yg relatif bening (Gbr.6).

Cairan pembakar lemak ini sedapat mungkin sanggup tersedot habis, sebagai akibatnya putaran mesin perlu dibuat tinggi setiap 2 dtk lamanya. Caranya dengan membenamkan pedal gas sampai putaran sekitar tiga.000 rpm lalu pribadi dilepas agar pulang stasioner.

Ketiga, untuk perawatan yang relatif berat. Indikasinya asap putih menurut knalpot relatif pekat terlihat & mesin terasa menyendat waktu dipacu namun tetap gampang distater waktu mesin dingin. Dari proses ke 2 (Gbr.7), tinggal tuangkan sisa cairan setengah botol yg sudah terhisap murni pribadi ke pompa injeksi, untuk dimasukan ke dalam tangki beserta BBM.