Mesin Milling

Dalam praktikum Proses Produksi saya menerima 7 modul, ini adalah modul keempat Isinya bisa ditinjau berikut ini….

Pengerjaan logam pada dunia manufacturing terdapat beberapa macam, mulai dari pengerjaan panas, pengerjaan dingin hingga pengerjaan logam secara mekanis.

Pengerjaan mekanis logam umumnya digunakan buat pengerjaan lanjutan juga pengerjaan finishing, sehingga dalam pengerjaan mekanis dikenal beberapa prinsip pengerjaan, salahsatunya adalah pengerjaan perataan permukaan menggunakan memakai mesin Frais atau biasa juga disebut mesin Milling.

Mesin milling merupakan mesin yang paling bisa melakukan banyak tugas apabila dibandingkan dengan mesin perkakas yang lain. Hal ini disebabkan lantaran selain sanggup memesin permukaan datar maupun berlekuk menggunakan penyelesaian dan ketelitian istimewa, jua bermanfaat buat menghaluskan atau meratakan benda kerja sinkron dengan dimensi yang dikehendaki.

Mesin milling bisa membuat permukaan bidang homogen yg cukup halus, namun proses ini membutuhkan pelumas berupa oli yg berguna untuk pendingin mata milling supaya tidak cepat aus.

Proses milling adalah proses yang membentuk chips (beram). Milling membuat bagian atas yang datar atau berbentuk profil pada ukuran yg dipengaruhi dan kehalusan atau kualitas bagian atas yang dipengaruhi.

Proses kerja pada pengerjaan menggunakan mesin milling dimulai dengan mencekam benda kerja (gambar 1), lalu dilanjutkan menggunakan mutilasi dengan indera potong yang diklaim cutter (gambar dua), & akhirnya benda kerja akan berubah berukuran maupun bentuknya (gambar tiga).

4.dua.dua. Prinsip kerja mesin milling

Tenaga buat pemotongan dari menurut energi listrik yang diubah menjadi gerak primer oleh sebuah motor listrik, selanjutnya gerakan utama tersebut akan diteruskan melalui suatu transmisi untuk membentuk gerakan putar dalam spindel mesin milling.

Spindel mesin milling adalah bagian berdasarkan sistem primer mesin milling yg bertugas buat memegang & memutar cutter hingga menghasilkan putaran atau gerakan mutilasi.

Gerakan mutilasi pada cutter bila dikenakan dalam benda kerja yg telah dicekam maka akan terjadi gesekan/gesekan sehingga akan membentuk mutilasi dalam bagian benda kerja, hal ini dapat terjadi lantaran material penyusun cutter memiliki kekerasan diatas kekerasan benda kerja.

4.dua.3. Jenis-jenis mesin milling

Penggolongan mesin milling menurut jenisnya penamaannya disesuaikan menggunakan posisi spindel utamanya dan fungsi pembuatan produknya, ada beberapa jenis mesin milling pada dunia manufacturing diantaranya:

Mesin milling jenis ini memiliki pemasangan spindel dengan arah horizontal & digunakan buat melakukan mutilasi benda kerja menggunakan arah mendatar.

Kebalikan menggunakan mesin milling horizontal, dalam mesin milling ini pemasangan spindel-nya dalam kepala mesin merupakan vertikal, pada mesin milling jenis ini terdapat beberapa macam menurut tipe kepalanya, ada tipe ketua permanen, tipe kepala yg dapat dimiringkan dan type ketua berkecimpung. Kombinasi berdasarkan dua type kepala ini dapat digunakan buat membuat variasi pengerjaan pengefraisan menggunakan sudut tertentu.

Mesin milling ini memiliki fungsi beragam sesuai menggunakan prinsipnya, seperti :

Untuk benda kerja yang akbar dan berat.

Untuk produksi massal, kepala spindel & cutter dinaikturunkan.

Untuk pembuatan benda kerja yg mempunyai bentuk nir beraturan.

4.2.4. Gerakan pada mesin milling

Pekerjaan menggunakan mesin milling harus selalu memiliki tiga gerakan kerja.

Sisi potong cutter yang dibentuk berbentuk bulat dan berputar dengan pusat sumbu primer.

Benda kerja digerakkan sepanjang ukuran yg akan dipotong dan digerakkan mendatar searah gerakan yang dipunyai oleh alas.

Gerakan buat mengatur posisi pemakanan, kedalaman pemakanan, dan pengembalian, buat memungkinkan benda kerja masuk ke pada sisi pangkas cutter, gerakan ini dapat pula disebut gerakan pengikatan

4.dua.lima. Bagian Utama Mesin Milling

Bagian primer mesin milling mencakup beberapa bagian misalnya di belakang

Cutter dalam mesin milling mempunyai bentuk silindris, berputar dalam sumbunya dan dilengkapi dengan gigi melingkar yg seragam.

Keuntungan cutter dibanding menggunakan pahat bubut dan pahat ketam merupakan setiap sisi pangkas dari pisau frais mengenai benda kerja hanya pada waktu yang pendek pada proses pemotongan selama 1 putaran pisau frais dan pendinginannya dalam saat sisi potong mengenai benda kerja, maka hasilnya cutter frais akan lebih tahan usang.

Cutter umumnya terbuat menurut HSS juga Carbide Tripped. Gigi cutter terdapat yang lurus maupun ada yang memiliki sudut, buat yg bersudut (helix angle) bisa mengarah ke kanan & ke arah kiri.

Ada beberapa jenis cutter seperti misalnya :

Digunakan buat pengefraisan horizontal menurut permukaan datar.

Pemotongan dengan menggunakan sisi muka, digunakan buat pengefraisan dua bagian atas yang tegak lurus. Pada cutter ini panjangnya lebih besardari diameternya dan hal yang harus diingat merupakan tidak boleh memasang cutter ini terbalik.

Digunakan buat pengefraisan ringan (pemakanan mini). Pisau ini pendek dan memiliki sisi pangkas pada bagian yg melingkar dan bagian sisi mukanya, misalnya shell mill cutter. Dalam jenis ini ada yang dianggap Carbide Tipped.

Face mill cutter, keistimewaan pisau ini adalah mengenai kemudahan penggantian sisi potongnya.

4.dua.6. Pengerjaan dalam mesin milling

a. Pengefraisan Sisi, adalah pengefraisan dimana pisau sejajar menggunakan bagian atas benda kerja.

b. Pegefraisan Muka, merupakan pengefraisan dimana sumbu pisau tegak lurus dengan bagian atas benda kerja.

Merupakan cara pengefraisan dimana putaran cutter searah menggunakan gerakan benda kerja. Gaya potong menarik benda kerja ke pada cutter sebagai akibatnya faktor kerusakan pahat akan lebih akbar. Hanya mesin yg mempunyai alat pengukur keregangan diperbolehkan menggunakan metode mutilasi ini.

Merupakan pengefraisan dimana putaran cutter antagonis arah dengan gerakan benda kerja, pemotongan ini dimulai dengan beram yang tipis & metode ini digunakan untuk seluruh jenis mesin frais.

a. Milling machine (mesin frais)

1. Mempersiapkan seluruh alat-alat yg diperlukan dan benda kerja.

2. Mengukur benda kerja menggunakan memakai kaliper dan menghaluskan sedikit permukaannya menggunakan memakai kikir.

3. Mengatur putaran spindel yang sesuai buat jenis benda kerja.

4. Menempatkan benda kerja yang akan difrais dalam meja kerja.

lima. Mencari titik bagian atas/titik nol dan lalu melakukan pemakanan buat masing–masing sisi. Saat pemakanan dilakukan, mata pahat & benda kerja diberi pendingin, sebagai akibatnya benda kerja nir mengeluarkan asap ( benda kerja panas ).

6. Mengatur ketebalan pemakanan.

7. Mencatat waktu yang dibutuhkan buat satu kali pemakanan.

8. Mencatat keadaan akhir benda kerja.