Mesin Konvensional – Fariedpradhana

Mesin cabut merupakan galat satu jenis mesin perkakas. Prinsip kerja pada proses turning atau lebih dikenal menggunakan proses cabut merupakan proses penghilangan bagian menurut benda kerja untuk memperoleh bentuk eksklusif. Di sini benda kerja akan diputar atau rotasi dengan kecepatan tertentu bersamaan menggunakan dilakukannya proses pemakanan oleh pahat yg digerakkan secara translasi sejajar menggunakan sumbu putar menurut benda kerja. Gerakan putar menurut benda kerja diklaim gerak potong relatif dan gerakkan translasi menurut pahat diklaim mobilitas umpan (feeding).

Mesin bubut mencakup segala mesin perkakas yg memproduksi bentuk silindris. Jenis yg paling tua & paling generik merupakan pembubut (lathe) yg melepas bahan dengan memutar benda kerja terhadap pemotong mata tunggal. Suku cadang di mesin harus bisa dipegang diantara ke 2 pusatnya, dipasangkan pada plat muka didukung dalam pencekam rahang atau dipegang dalam pencekam yg ditarik ke pada atau leher (collet).

Mesin cabut pada dasarnya terdiri dari beberapa komponen utama antara lain yaitu meja mesin, headstock, tailstock, compound slide, across slide, toolpost, dan leadscrew & lain-lain. Pada gambar berikut ini diperlihatkan nama-nama bagian atau komponen yg generik dari mesin cabut:

Bagian-bagian mesin bubut berserta manfaatnya dari Gambar di atas antara lain yaitu:Tailstock

Tailstock berfungsi buat memegang atau menyangga benda kerja pada bagian ujung yg berseberangan dengan Chuck (pencekam) dalam proses pemesinan pada mesin cabut.Lead crew

Lead crew adalah poros panjang berulir yg terletak relatif dibawah dan sejajar menggunakan bangku, memanjang berdasarkan ketua permanen hingga ekor tetap. Dihubungkan menggunakan roda gigi dalam ketua tetap & putarannya sanggup dibalik. Dipasang ke pembawa (carriage) & digunakan menjadi ulir pengarah buat membuat ulir saja & sanggup dilepas jikalau nir dipakai.Feedrod

Feedrod yg terletak dibawah ulir pengarah yang berfungsi buat menyalurkan daya berdasarkan kotak pengubah cepat (quick change box) buat menggerakkan prosedur apron pada arah melintang atau memanjang. Digunakan buat kedudukan tool holder, sanggup jua buat proses pembuatan tirus.Carriage

Carriage terdiri dari tempat eretan, dudukan pahat dan apron. Konstruksinya bertenaga karena harus menyangga dan mengarahkan pahat pemotong. Dilengkapi menggunakan dua cross slide buat mengarahkan pahat pada arah melintang. Spindle yang atas mengendalikan gerakan dudukan pahat & spindle atas buat menggerakkan pembawa sepanjang landasan.Toolpost

Toolpost digunakan sebagai loka dudukan pahat bubut dengan menggunakan pemegang pahat.Head stock

Head stock yaitu loka terletaknya transmisi gerak pada mesin cabut yang mengatur putaran yang diharapkan dalam proses pembubutan. Digunakan buat kedudukan cekam, mampu juga buat perlengkapan-perlengkapan lain contohnya centre tetap (dead centre), face plate, collet & lain-lain.Kepala lepas (tail stock)

Digunakan buat menempatkan centre jalan (live centre), buat menyangga benda kerja yang panjang, untuk kedudukan chuck bor (drill chuck), untuk kedudukan reamer, bisa juga buat proses pembuatan tirus.

Dimensi dan Jenis-Jenis Mesin Bubut

Dimensi atau ukuran mesin bubut umumnya dinyatakan pada diameter benda kerja yg dapat dikerjakan pada mesin tersebut. misalnya sebuah mesin cabut ukuran 400 mm memiliki arti mesin bisa mengerjakan benda kerja sampai diameter 400 mm. Ukuran ke 2 yg dibutuhkan menurut sebuah mesin cabut merupakan panjang benda kerja. Beberapa pabrik menyatakan pada panjang maksimum benda kerja diantara ke 2 sentra mesin cabut, sedangkan sebagian pabrik lain menyatakan pada panjang bangku. Beberapa variasi pada jenis mesin bubut & variasi pada desainnya tadi tergantung cara pengoparasiannya & jenis produksi atau jenis benda kerja. Dilihat cara pengoperasian mesin cabut dibagi sebagai 2 jenis yaitu mesin bubut manual dan mesin bubut otomatis.

Mesin bubut manual adalah mesin cabut yang proses pengoperasiannya secara manual dilakukan sang insan secara langsung, sedangkan mesin bubut otomatis merupakan mesin bubut yang perkakasnya secara otomatis memotong benda kerja & mundur selesainya proses diselesaikan, dimana semua pegerakan sudah diatur atau diprogram secara otomatis dengan mengunakan komputer. Mesin bubut yg otomatis sepenuhnya dilengkapi menggunakan tool magazine sebagai akibatnya sejumlah alat potong dapat diletakan dimesin secara berurutan dengan hanya sedikit supervisi berdasarkan operator. Mesin cabut otomatis ini lebih dikenal dengan sebutan CNC (Computer Numerical Control), Lathe Machine (mesin bubut menggunakan sistem komputer kontrol numerik), seperti pada gambar berikut:

Jenis-jenis mesin cabut dibagi ke dalam lima jenis menurut kemampuan pengerjaannya. Adapun kelima jenis mesin cabut tersebut yaitu:Mesin Bubut Ringan

Mesin ini bentuknya mini& sederhana, dipakai buat mengerjakan benda-benda yang kecil pula. Biasanya diletakkan diatas meja kerja. Contoh mesin bubut simonet.Mesin Bubut Sedang

Konstruksi mesin cabut ini lebih cermat & dilengkapi dengan penggabungan perlengkapan yg spesifik. Mesin ini digunakan untuk pengerjaan yg membutuhkan ketelitian tinggi.Mesin Bubut Standar

Mesin ini mempunyai power yang lebih akbar dan dipakai buat pengerjaan pembubutan yg memerlukan ketelitian tinggi menggunakan benda kerja yg cukup akbar. Contoh Cholcester Master dan Kerry.Mesin Bubut Revolver

Mesin ini spesifik untuk menghasilkan benda kerja yang ukurannya sama & dalam jumlah yang banyak atau buat pengerjaan awal. Contohnya yaitu mesin cabut Kapstan.Mesin Bubut Beralas Panjang

Mesin bubut ini termasuk mesin cabut industri berat yg banyak dipakai pada benda kerja yang besardan panjang. Misalnya poros-poros kapal dan poros transmisi.

Gerakan-gerakan yg terdapat pada proses pembubutan dibagi ke pada 3 bagian prinsip pengerjaan. Adapun ketiga bagian gerakan dari prinsip pengerjaan mesin bubut adalah menjadi berikut:Gerakan berputar benda kerja dalam sumbunya dianggap cutting motion, main motion, ialah putaran primer. Cutting speed atau kecepatan potong adalah gerakan buat mengurangi benda kerja dengan pahat.Pahat yang beranjak maju secara teratur, akan membentuk chip (geram, serpih, tatal). Gerakan tadi dianggap feed motion.

Bila pahat dipasang menggunakan pada pemotongan (depth of cutting), pahat dimajukan ke arah melintang sampai kedalaman pemotongan yang dikehendaki. Gerakan ini dianggap adjusting motion.

Prinsip kerja mesin cabut adalah benda kerja yang berputar, sedangkan pisau cabut berkecimpung memanjang dan melintang. Berdasarkan kerja ini didapatkan sayatan dan benda kerja yg umumnya simetris. Operasi dalam mesin cabut dikerjakan beraneka ragam. Proses pengerjaan pada mesin cabut antara lain yaitupembubutan, pengeboran, pengerjaan tepi, penguliran, pembubutan tirus, penggurdian, dan meluaskan lubang.

Operasi pada Pembubutan Silindris dilakukan dengan benda disangga diantara ke 2 pusatnya. Pembubutan silindris ditunjukkan dalam gambar dibawah ini:

Operasi dalam A menerangkan operasai pahat mata tunggal dalam operasi pembubutan. Sementara operasi pada B pertanda operasi memotong tepi.

Pengerjaan tepi adalah jika permukaan harus dipotong dalam pembubut. Benda kerja umumnya dipegang dalam plat muka atau pada pencekam. Hal ini mampu juga pengerjaan tepi dilakukan dengan benda kerja diantara kedua pusatnya. Karena mutilasi tegak lurus terhadap sumbu putaran maka kereta luncur wajibdikunci pada bangku pembubut buat mencegah gerakan aksial.

Operasi lain dalam mesin cabut yaitu pembuatan tirus. Terdapat beberapa baku ketirusan pada praktek komersial. Penggolongan baku ketirusan yg generik dipakai menjadi berikut:Tirus Morse, poly digunakan buat tangkai gurdi, leher, dan pusat pembubut. Ketirusannya merupakan 0,0502 mm/mm (lima,02%).Tirus Brown & Sharp, terutama digunakan dalam memfrais spindel mesin 0,0417 mm/mm (4,166%).Tirus Jarno dan Reed, digunakan sang beberapa pabrik pembubut dan perlengkapan penggurdi mini. Semua sistem memiliki ketirusan 0.05 mm/mm (lima,000%), tetapi diameternya tidak sama.Pena tirus digunakan menjadi pengunci. Ketirusannya 0,0208 mm/mm (dua,083%).