Mesin Bubut

Pada sesi ini akan dipelajari materi sebagai berikut : 

01. Fungsi dan Prinsip Kerja Mesin Bubut Standar,

02. Bagian-bagian Utama Mesin Bubut Standar,

03. Perlengkapan Mesin Bubut Standar

04. Ukuran/Spesifikasi Mesin Bubut Standar

09. Rimer Mesin (Reamer Machine),

14. Kerusakan pada pahat bubut

Setelah memeriksa materi ini, peserta diklat bisa:

1. Menjelaskan fungsi mesin bubut standar2. Menjelaskan fungsi bagianbagian utama mesin cabut3. Mengoperasikan bagianbagianutama mesin cabut4. Menjelaskan fungsi perlengkapan mesin cabut5. Menggunakan perlengkapan mesin bubut

dua. Deskripsi

Mesin cabut baku, merupakan salahsatu jenis mesin cabut yg paling poly digunakan dalam bengkel bengkel pemesinan baik itu diindustri manufaktur, forum pendidikan kejuruan & forum diklat atau pelatihan. Pertimbangannya merupakan jenis mesin cabut ini memiliki bentuk yg relatif sederhana, ukurannya tidak terlalu besar , simpel meggunakannya dan praktis bentuknya. Contoh salahsatu contoh mesin bubut baku yang generik digunakan dapat dipandang dalam (Gambar 1.1).

Gambar 1.1. Mesin cabut baku

Materi yg akan dibahas menjadi berikut.

a. Fungsi dan Prisip Kerja Mesin Bubut Standar

b. Bagianbagian Utama Mesin Bubut Standar

c. Perlengkapan Mesin Bubut Standar

d. Ukuran/Spesifikasi Mesin Bubut Standar

tiga.1 Fungsi dan Prinsip Kerja Mesin Bubut Standar

Pada prinsipnya mesin bubut baku mempunyai fungsi yg sama menggunakan jenis mesin bubut lainnya, yaitu untuk: membubut muka/facing, rata lurus & bertingkat, tirus, mengalur, memotong, mengulir, membangun/mengebor, memperbesar lubang, mengkartel,mereamer dll. Contoh gambaran fungsi mesin cabut baku bisa dicermati pada (Gambar 1.2a)

Gambar 1.2a. Ilustrasi fungsi mesin cabut baku

Sedangkan prinsip kerjanya adalah: Spindel mesin berputar membawa benda kerja dan indera pangkas bergeser mendekati/ menjahui cekam,& akan terjadi mutilasi/ penyayatan bila putaran benda kerja antagonis arah dengan mata sayat indera potong dengan sudut kebebasan eksklusif. Ilustrasi terjadinya mutilasi pada proses pembubutan, bisa ditinjau pada (Gambar 1.2b)

Gambar 1.2b. Ilustrasi terjadinya mutilasi dalam proses pembubutan

Dari penjelasan aneka macam fungsi & prisip kerja mesin bubut baku diatas, menggunakan memakai berbagai tekni proses pembubutandapat membentuk beberapa produk sinkron spesifikasi yang sudah ditetapkan. Beberapa model produk hasil pembubutan dapat dipandang dalam (Gambar 1.3).

Gambar 1.3. Beberapa model produk hasil pembubutan

Untuk bisa menghasilkan aneka macam jenis produk sebagaimana gambar diatas, mesin cabut baku/senter wajibmempunyai bagianbagian primer dan dilengkapi menggunakan beberapa perlengkapan mesin yg berfungsi sebagi alat pendukung pada saat proses pembubutan.

3.2 Bagian – bagian Utama Mesin Bubut Standar

Masing masing bagian utama mesin bubut baku memiliki nama dan fungsi masingmasing. Beberapa nama bagian utama mesin cabut baku dan fungsinya adalah sebagai berikut:

1) Kepala Tetap (Head Stock)

Kepala permanen (head stock), masih ada spindle utama mesin (Gambar 1.4) yg berfungsi sebagai dudukan beberapa perlengkapan mesin bubut diantaranya: cekam (chuck), cekamkollet (collet chuck) , senter permanen (dead centre), atau pelat pembawa rata (face plate) dan pelat pembawa berekor (driving plate). Alat indera perlengkapan tersebut dipasang dalam spindel mesin berfungsi menjadi pengikat atau penahan benda kerja yang akan dikerjakan dalam mesin cabut (Gambar 1.5).

Gambar 1.4. Kepala tetap, tampak spindel primer mesin

Gambar 1.5. Kepala tetap, terpasang cekam (chuck)

Konstruksi kepala permanen didalamya terdapat beberapa susunan system mekanik, dalam bagian sisi samping kiri kepala tetap pada umumya terdapat system mekanik penggerak primer mesin berupa roda pully & sabuk V (V belt) yg dihubungkan menggunakan motor penggerak buat memutar poros spindel. Selain itu juga terdapat system mekanik pengatur putaran mesin & kecepatan pemakanan (feeding) berupa beberapa roda pully dan sabuk V (V belt) atau berupa susunan beberapa butir roda gigi (Gambar 1.6).

Gambar 1.6. System penggerak dan pengatur putaran mesin/ kecepatan pemakanan dengan roda pully dan sabuk V

Selain itu dalam kepala permanen, masih ada gear box yg berisi susunan system transmisi mekanik berupa beberapa komponen antara lain: roda gigi berikut poros tumpuannya, lengan penggeser posisi roda gigi & susunan mekanik lainnya yang berfungsi atau digunkan sebagai pengatur kecepatan putaran mesin, kecepatan pemakanan dan arah pemakanan (Gambar 1.7). Susunan system transmisi mekanik tadi, dihubungkan menggunakan beberapa tuas/ handel dibagian sisi luar bagian depannya, yg rancangan atau didesainnya dibentuk sedemikan rupa supaya seseorang operator gampang dan mudah untuk menjanggkau dalam mengatur & merubah tuas/ handel tadi sesuai menggunakan kebutuhan pengopersian menurut tuntutan pekerjaan.

Gambar 1.7. Gear box dalam kepala permanen

Setiap mesin bubut menggunakan brand atau prabrikan yang berbeda, pada biasanya memiliki posisi & konstruksi tuas/ handel yang berberbeda juga walaupun pada prinsipnya memiliki fungsi yang sama. Contoh pada jenis mesin bubut baku “Celtic 14”, dapat memperoleh putaran mesin yg berbedabeda apabila hubungan diantara roda gigi diadalamnya diubahubah memakai tuas pengatur kecepatan putaran yaitu “A” (kerja tunggal) & “B” (kerja ganda). Putaran cepat (tinggi) umumnya dilakukan pada kerja tunggal, yaitu diharapkan buat pembubutan menggunakan tenaga ringan atau pemakanan mini(finising), sedangkan putaran lambat dilakukan pada kerja ganda. yaitu diharapkan buat membubut menggunakan tenaga besardan sayatan tebal (pengasaran). Sedangkan tuas “C & D” berfungsi mengatur kecepatan putaran transportir yang berhubungan dengan kehalusan pembubutan dan jenis ulir yg akan dibentuk (bisa ditinjau pada pelat tabel pembubutan & ulir).

2)  Kepala Lepas (Tail Stock)

Kepala tanggal (tail stock) (Gambar 1.8), digunakan menjadi dudukan senter putar (rotary centre), senter permanen, cekam bor (chuck drill) dan mata bor bertangkai tirus yang pemasanganya dimasukkan pada lubang tirus (sleeve) ketua lepas. Senter putar (rotary centre) atau senter permanen dipasang dalam ketua lepas menggunakan tujuan buat mendukung ujung benda kerja supaya putarannya stabil, sedangkan cekam bor atau mata bor dipasang dalam kepala tanggal dengan tujuan buat melakukan proses pengeboran. Setelah ketua lepas dikencangkan, buat dapat melakukan dorongan senter permanen/senter putar dalam saat dipakai buat menahan benda kerja atau melakukan pengeboran dalam kedalaman tertentu, kepala tanggal dilengkapai roda putar (Gambar 1.9) yang disertai sekala garis ukur (nonius) menggunakan ketelitian tertentu, yaitu antara 0,01 s.d 0,05 mm.

Gambar 1.8. Kepala Lepas dan fungsinya

Gambar 1.9. Roda Putar dalam ketua tanggal

Kepala lepas mempunyai ketinggian sumbu senter yang sama dengan sumbu senter kepala permanen & dalam penggunaannya dapat digeser sepanjang alas (bed) dengan cara mengendorkan baut pengikatnya. Selain itu, konstruksi kepala tanggal terdiri menurut dua bagian yaitu alas & badan yg diikat dengan 2 butir baut yang terletak pada sisi kanan dan kiri bodinya, dengan tujuan supaya bisa

digeser buat keperluan mengatur kesepusatan dengan sumbu senter kepala permanen yaitu buat keperluan proses pembubutan lurus dan pengeboran, atau nir sepusat menggunakan sumbu ketua permanen yaitu buat keperluan proses pembubut tirus.

tiga) Alas/Meja Mesin (Bed machine)

Alas/meja mesin bubut (Gambar 1.10), dipakai sebagai loka kedudukan ketua lepas, eretan, penyangga membisu (steady rest) dan merupakan tumpuan gaya pemakanan dalam ketika pembubutan. Bentuk alas/meja mesin cabut bermacam macam, terdapat yang datar & terdapat yang keliru satu atau kedua sisinya mempunyai ketinggian eksklusif. Selain itu, alat/meja mesin cabut memilki permukaannya yg sangat halus, homogen & kedataran serta kesejajaranya menggunakan ketelitian sangat tinggi, sehingga gerakan ketua lepas dan eretan memanjang diatasnya dalam waktu melakukan penyayatan dapat berjalan lancar dan stabil sebagai akibatnya bisa membuat pembubutan yang presisi. Jika alas ini telah aus atau rusak, akan mengakibatkan output pembubutan yang buruk atau sulit menerima

4) Eretan (Carriage)