Jenis-jenis Mesin Tenun

Teknologi pertenunan mengalami perkembangan yang sangat cepat dewasa ini. Industri penghasil mesin tenun terus berlomba untuk menemukan suatu mesin tenun yang efisien dan mempunyai produktivitas tinggi. Sistem peluncuran pakan menggunakan teropong yang selama ini dipakai memiliki banyak kelemahan. Kelemahan sistem teropong antara lain adalah kecepatan yang rendah, membutuhkan tenaga kerja banyak & teropong rentan rusak.Sistem peluncuran pakan tanpa teropong (shutleless loom) terus dikembangkan & yg poly digunakan merupakan air jet, water jet, projectile, & rapier. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, tergantung bahan baku yang diproses & output tenunan yang diinginkan. Masing-masing penghasil mesin tenun terus berkompetisi buat mengurangi kekurangan yang ada, agar dapat menaikan penjualan mesin tenunnya.Semua mesin tenun dewasa ini mempunyai teknologi pengontrolan dengan komputer & mempunyai produktivitas tinggi, sebagai akibatnya memerlukan tenaga kerja yang sedikit. Variasi output tenunan pula terus dikembangkan supaya penghasil kain sanggup menjual aneka macam produk dengan mesin tenun yg sama tersebut. Praktis dalam pengoperasian, pemantauan produksi, penanganan kualitas kain dan perawatan mesin.Definisi Pertenunan1. Harus terdapat benang lusi & benang pakandua. Ada silangan dari benang lusi dan pakan yang berarti terdapat terjadi anyaman3. Lusi tegak lurus dengan benang pakan pada alat-alat mesin tenun4. Membentuk anyaman eksklusif

Klasifikasi Mesin TenunKlasifikasi menurut cara pelemparan atau penyisikan benang pakan ke pada verbal lusi mesin tenun :1. Mesin Tenun Teropong (Shuttle Loom)A. Mesin Tenun Teropong Dengan Mesin MotorB. Mesin Tenun Teropong Tanpa Mesin ( ATBM )dua. Mesin Tenun Tanpa Teropong ( Shuttleless Loom)A. Projectile Loom (Peluru)B. Air Jet LoomC. Water Jet LoomD. Rapier Loom :

Sistem tongkatSistem sabukSistem rantaiNama mesin tenun menurut cara pembentukan pembukaan ekspresi lusi mesin tenun / Alat Pembentuk Mulut Lusi (APML) :1. Mesin Tenun Dobbydua. Mesin Tenun Jacquard3. Mesin Tenun Tappet4. Mesin Tenun Crank, dan lain-lain

Shuttle Loom waktu ini telah semakin poly ditinggalkan, meskipun terdapat yang memakainya dengan berbagai alasan seperti mahalnya mesin shuttleless loom & corak kain yg dibuat masih cocok menggunakan sistem shuttle. Mesin ini biasanya masih jalan buat industri tekstil skala mini.Sebelum suatu perusahaan merencanakan membeli beberapa mesin tenun, niscaya wajibmemperhatikan apakah sinkron dengan produk kain yang akan didapatkan, variasi produksi dari mesin yang bersangkutan, harga mesin tenun, kualitas mesin tenun, ketersediaan spare part dan lain-lain

Kelebihan & Kekurangan Shutleless Loom

Air jet Angin: Kecepatan tinggi, mudah, lebih variatif untuk benang yang dibawa. Membutuhkan kompresor, kurang stabil buat high twist & benang besar Water Jet Air: Kecepatan tinggi, sederhana, mudah pengoperasiannya Hanya cocok buat benang filamen, membutuhan sumber air akbarProjectile Peluru:Biasanya double beam, kuat buat membawa benang besar , tidak butuh indera tambahan Kecepatan rendah, tidak cocok buat benang-benang kecil, harga mesin mahalRapier tongkat:kuat buat membawa benang besar , nir butuh indera tambahan Kecepatan rendah, & susah pengoperasiannya

I. Gerakan Pokok Mesin TenunGerakan utama seluruh mesin tenun adalah sama yaitu gerakan proses penganyaman benang pakan (weft) menggunakan benang lusi (warp) secara tegak lurus. Gerakan utama tersebut adalah :

A. Gerakan pembukaan lisan lusi (shedding motion)Gerakan membagi benang benang lusi ditarik sebagian keatas dan sebagian kebawah sang gerakan kamran naik turun, sebagai akibatnya terjadi pembukaan mulut lusi buat memberi ruang ketika terjadi peluncuran benang pakan.Mulut Lusi : merupakan ruangan yg terbentuk lantaran adanya benang lusi naik/turun/membisu dalam tempatnya terhadap ujung kain.

Jenis-jenis verbal lusi : Kamran/heald framea. Mulut lusi naik-turun

Alat Pembentuk Mulut Lusi ( APML ) :a. Cam, engkol, Crank : posisi lisan lusi naik-turunb. Dobby : posisi ekspresi lusi naikc. Jacquard : posisi lisan lusi naik / verbal lusi naik-turund. Rol kerek menggunakan essentric: posisi lisan lusi naik / posisi verbal lusi turun

Syarat verbal lusi yg baik :a. Praktis dilewati oleh media peluncur pakanb. Tidak mengakibatkan putus benang lusic. Tegangan benang lusi sama atau hak verbal lusi wajibbersih (sudut lisan lusi adalah permanen )

Gambar Gerakan Buka Mulut LusiAlat produsen Mulut Lusi sistem cam, heald frame naik-turun berdasarkan bentuk menurut cam yg dihungkan pada setiap heald frame. Bentuk cam dapat mengakibatkan berapa usang heald frame pada posisi atas atau bawah. Sehingga akan dapat mengatur jenis anyaman yang akan kita untuk.

Sistem cam terdapat 2 jenis sistem, yaitu :a. Positif cam : Heald frame secara langsung berkiprah menurut tekanan dari cam, sistem ini lebih sederhana dalam perawatan, namun sangat berat membebani motor primer. Untuk itu diperlukan motor utama yang lebih besardaya listriknya supaya bisa menaik turunkan heald frame dengan baik.

Gambar sistem positif camb. Negatif cam : disini heald frame dibantu sang per penarik (top lever spring), sehingga cam tidak terlalu berat bebannya. Motor hanya bertugas menurunkan heald frame saja sehingga memerlukan daya listrik lebih mini. Sistem ini memang lebih rumit dari positf cam, karena menggunakan wire rope (tali) yang terdapat umur pakainya.

Efek lusi adalah benang lusi pada posisi diatas, jadi yg tampak kelihatan berdasarkan atas merupakan benang lusinya.Efek pakan adalah benang pakan pada posisi diatas, jadi yang tampak kelihatan berdasarkan atas merupakan benang pakannya.B. Gerakan peluncuran benang Pakan (weft insertion)Adalah gerakan peluncuran benang pakan menyisip ke dalam verbal lusi menurut satu sisi ke ujung sisi yang lainnya. Disini berukuran ekspresi lusi wajibsahih-sahih memudahkan penyisipan pakan, tetapi tidak terlalu lebar sebagai akibatnya terlalu menarik benang lusi yg terdapat dan memutuskannya. Media peluncuran benang pakannya juga beragam, tetapi prinsipnya sama, yaitu membawa benang pakan menyisip melebar kearah lebar kain.

C. Gerakan pengetekan benang pakan (beating motion)Gerakan pengetekan adalah merapatkan benang pakan yang telah disisipkan pada ekspresi lusi oleh media peluncur. Pengetekan dilakukan oleh sisir atau reed mesin tenun.a. Pengetekan lisan lusi terbuka, yaitu pengetekan terjadi waktu benang pakan diluncurkan dan mulut lusi masih dalam keadaan terbuka.

Gambar pengetekan ekspresi lusi terbukaKeterangan gambar : 1. Kain. 2. Ujung kain 3. Benang lusi 4. Sisir lima. Benang pakanb. Pengetekan mulut lusi tertutup, yaitu pengetekan dilakukan setelah benang pakan di pada lisan lusi dalam keadaan tertutup. Biasanya buat benang filament.

Gambar pengetekan lisan lusi tertutupc. Pengetekan verbal lusi bersilang yaitu pengetekan dilakukan sesudah benang pakan diluncurkan pada verbal lusi sehabis berganti dengan ekspresi lusi yang baru. Biasanya buat benang-benang spun.

II. Gerakan Sekunder Mesin TenunGerakan sekunder merupakan gerakan yang membantu gerakan utama agar proses pertenunan sebagai paripurna. Gerakan-gerakan tersebut adalah:A. Gerakan penguluran benang lusi (let-off motion)Gerakan penguluran benang lusi sinkron kebutuhan proses penganyaman kain sewaktu ditenun. Selain itu pula buat mesin terbaru dibubuhi gerakan-gerakan tambahan (easing motion) buat menjaga kerataan benang sebelum dianyam atau pada tenun, mengurangi hentakan menurut kamran waktu bergerak pada benang lusi sehingga nir mudah putus dan gerakan ini jua membuang kotoran-kotoran yg menempel dalam benang lusi.Secara garis besarsistem penguluran lusi di mesin tenun dibagi :a. Sistem pengeremanPeralatan bekerja hanya menunda beam lusi saja, agar tegangan lusi selama pertenunan berlangsung baik. Sistem bekerja pasif saja. Sistem ini terdapat dalam mesin jaman dulu.Gambar sistem pengereman dengan pemberatb. Sistem Regulatori. Regulator positif : Peralatan bekerja aktif, mengulur lusi dengan panjang tetap. Peralatan ini memakai sistem pengaturan kecepatan input & output berdasarkan roda gigi & vanbelt atau rantai menggunakan penyetelan awal berdasarkan diameter benang lusi di beam tenun. Sistem ini pula mulai telah ditinggalkan. Tidak praktis, akurasi kurang, & penanganannya susah.