Elemen Mesin – Mechanical Engineering

ini materi ne eksklusif wae lah ,,mengenai sambungan-las monggoo

Pasak dipakai buat menyambung 2 bagian batang (poros) atau memasang roda, roda gigi, roda rantai dan lain-lain dalam poros sebagai akibatnya terjamin tidak berputar dalam poros.

Pemilihan jenis pasak tergantung dalam akbar kecilnya daya yg bekerja dan kestabilan bagian-bagian yang disambung.

Untuk daya yg mini, antara naf roda dan poros cukup dijamin menggunakan baut tanam (set screw).

Dilihat cara pemasangannya, pasak bisa dibedakan yaitu :Pasak memanjang

Jenis pasak memanjang yg banyak dipakai ada bermacam-macam yaitu :

Pasak benam terdapat beberapa jenis yaitu :Pasak benam segi empat (Rectangular Sunk key)

asal : (http://yefrichan.wordpress.com)

1. Kampuh Bilah Tunggal Dikeling Tunggal

Jika paku tadi menerima pembebanan misalnya terlihat dalam gambar, maka seluruh penampang menurut paku tadi akan putus tergeser apabila tidak sanggup menahan gaya luar yang diberikan dalam kedua ujung plat tadi.

Tegangan yang terjadi pada penampang bahan yaitu :

Untuk memilih berukuran plat yg sesuai yaitu :

Jika tebal plat (t) & lebar plat (b), maka plat tadi akan putus tertarik, bila nir sanggup menunda gaya luar yang diberikan. Sehingga tegangan yang terjadi pada penampang plat yaitu tegangan tarik.

Dua buah plat akan disambung menggunakan kampuh bilah tunggal dikeling tunggal, direncanakan mendapat beban sebesar 10 kN. Jika bahan plat mempunyai tegangan tarik biar137,tiga N/mm2 dan bahan paku dengan tegangan geser izinnya 109,8 N/mm2 serta tebal plat 4 mm.

Tentukanlah :              a. Diameter paku keling yg sinkron.

sumber : (http://yefrichan.wordpress.com)SAMBUNGAN PAKU KELING (RIVETED JOINTS)

Jenis sambungan menggunakan menggunakan paku keling, merupakan sambungan permanen lantaran sambungan ini bila dibuka harus Mengganggu paku kelingnya dan nir mampu dipasang lagi, kecuali mengganti paku kelingnya dengan yg baru.

Pemakaian paku keling ini digunakan buat :

–          Sambungan bertenaga & rapat, pada konstruksi boiler( boiler,  tangki & pipa-pipa tekanan tinggi ).

–          Sambungan bertenaga, dalam konstruksi baja (bangunan, jembatan dan crane ).

–          Sambungan rapat, dalam tabung & tangki ( tabung pendek,       cerobong, pipa-pipa tekanan).

–          Sambungan pengikat, buat epilog chasis ( mis ; pesawat terbang).

Sambungan paku keling ini dibandingkan dengan sambungan las memiliki keuntungan yaitu :Sambungan keling lebih sederhana dan murah buat dibentuk.Pemeriksaannya lebih mudahSambungan keling bisa dibuka menggunakan memotong ketua berdasarkan paku keling tadi.

Bila dipandang berdasarkan bentuk pembebanannya, sambungan paku keling ini dibedakan yaitu :Pembebanan tangensial.Pembebanan eksentrik.PEMBEBANAN TANGENSIAL

Pada jenis pembebanan tangensial ini, gaya yg bekerja terletak dalam garis kerja resultannya, sebagai akibatnya pembebanannya terdistribusi secara merata kesetiap paku keling yang digunakan.

Jika ditinjau dari jumlah deret dan baris paku keling yang dipakai, maka kampuh keling bisa dibedakan yaitu :

sumber : (http://yefrichan.wordpress.com)Kampuh bilah tunggal dikeling ganda.

Untuk jenis sambungan kampuh bilah tunggal di keling ganda misalnya terlihat pada gambar, maka kedua plat tadi terpisah bila mampu memutuskan 2 baris penampang, jika jumlah paku (n) buah maka paku terasabut akan putus tergeser, maka yg terjadi dalam bahan merupakan tegangan geser.

Untuk memilih berukuran plat yang sesuai yaitu :

Bila tebal plat (t) dan lebar plat (b), jeda antara masing-masing sumbu paku (p), & jumlah paku dalam satu baris (z1), maka plat tersebut akan putus tertarik, jika tidak sanggup menahan gaya luar yg diberikan. Sehingga tegangan yang terjadi dalam penampang plat yaitu tegangan tarik.

Dua buah plat disambung misalnya terlihat dalam gambar diatas dimana pada kedua ujungnya bekerja gaya sebesar 10000( N ). Bila Tegangan yg pada izinkan buat plat  137.9 N/mm tegangan geser biarbuat bahan paku 109.8 N/mm2  . Jumlah paku keling yang di pakai berjumlah 6 buah serta ketebalan plat  5  mm.

Ditanyakan :Diameter paku keling.Jarak antara paku .Lebar plat yg dibutuhkan .

sumber : (http://yefrichan.wordpress.com)Kampuh Bilah Tunggal Dikeling Tunggal Satu baris

Jika kampuh jika tunggal dikeling tunggal satu baris misalnya terlihat dalam gambar. Dimana tegangan yg terjadi, dalam paku keling yaitu :

Plat tadi akan terpisah bila gaya luar (F) sanggup memutuskan kedua luas penampang paku. Bila jumlah paku (z) butir maka plat tadi akan terpisah jika gaya (F) luar tidak bisa tetapkan sebesar luas penampang paku.

Untuk luas penampang paku yang akan putus pada sistem pada sistem sambungan jenis ini sama menggunakan jumlah paku yang dipergunakan ( z = n) yaitu :

Untuk memilih berukuran plat yang sesuai yaitu :

Jika tebal plat (t) & lebar plat (b), jarak antara masing-masing sumbu paku (p), & jumlah paku dalam satu baris (z), maka plat tersebut akan putus tertarik, apabila nir mampu menahan gaya luar yg diberikan. Sehingga tegangan yg terjadi dalam penampang plat yaitu tegangan tarik.

Dua buah plat akan disambung dengan kampuh bilah tunggal dikeling tunggal satu baris, direncanakan mendapat beban sebesar 10 kN. Bila bahan plat memiliki tegangan tarik izin 137,3 N/mm2 & bahan paku dengan tegangan geser izinnya 109,8 N/mm2 , tebal plat 5 mm dan jumlah paku yang dipakai sebanyak 2 butir.

a. Diameter paku keling yang sinkron.

asal : (http://yefrichan.wordpress.com)

Sebuah profil siku (20x15x1) centimeter, akan disambung menggunakan sebuah plat datar menggunakan sambungan las listrik pada ke 2 sisi parallel menurut profil tersebut (lihat gambar).

Profil siku  tersebut direncanakan mendapat pembebanan tarik sebesar 200 kN. Bila tegangan geser biarbuat bahan plat sebanyak 7500 N/cm2.

Tentukanlah panjang yg akan dilas (La dan Lb), jika gaya yang bekerja melalui titik berat dari profil siku tersebut ?.

asal : (http://yefrichan.wordpress.com)

Mengelas adalah menyambung dua bagian logam menggunakan cara memanaskan sampai suhu lebur menggunakan memakai bahan pengisi atau tanpa bahan pengisi.

Dalam sambungan las ini, yang akan dibahas hanya bagaimana cara menghitung kekuatan output pengelasan saja, sedangkan bagaimana teknik pengelasan dan teorinya, akan diterangkan secara lebih naratif dalam kuliah teknologi mekanik.

Sistim sambungan las ini termasuk jenis sambungan tetap dimana dalam konstruksi dan alat permesinan, sambungan las ini sangat poly dipakai.

Untuk menghitung kekuatan sambungan las ini, diadaptasi dengan cara pengelasannya dan jenis pembebanan yang bekerja pada penampang yang dilas tadi.

6.1 PERHITUNGAN KEKUATAN SAMBUNGAN LAS.

asal : (http://yefrichan.wordpress.com)

Dalam perdagangan ulir telah di standarisasikan & bentuk ulir nya dapat bermacam-macam yaitu:

1. Standard British Witworth ulir sekrup

2. British Association ulir sekrup

tiga. American National Standar ulir sekrup

lima. Square thread ( Ulir sekrup bujur kandang )

7. Ulir sekrup bulat ( Knuckle thread )

8. Ulir sekrup trapesium ( Buttress thread )

9. Ulir sekrup metris ( Metric thread )

Pada waktu ini ulir yg terdapat pada dalam perdagangan, ada 2 standard yg digunakan yaitu :

a. Standard British Witworth menggunakan ciri-karakteristik nya :

– Simbol nya W misal nya W ½ “ ialah diameter luar nya        adalah ½            inchi

– berukuran nya dalam satuan inchi

– sudut puncak(alpha)= 55 derajat

– simbol nya (M), misal nya M20 ialah diameter luar nya merupakan      20mm

– semua ukuran pada tabel dan gambar pada satuan (mm)

– sudu puncak(alpha)= 60 derajat.

Ini adalah Tabel berukuran baut Standard Metris (SI) (klik tabel buat memperbesar tampilan)

Contoh perhitungan dan pemilihan ukuran baut pada tabel

Suatu gantungan yg diikat kelangit-langit menggunakan 4 butir baut harus menahan beban sebanyak 10 000 N, apabila baut terbuat dari bahan Fe 490 menggunakan faktor keamanan yang direncanakan merupakan 7, berapakah berukuran baut yang diharapkan?

– Bahan baut Fe 490 memiliki tegangan tarik aporisma 490 N/ mm2.

– Jadi tengan tarik yang diizinkan bahan adalah :

Teg.biar=  Teg.mak/ v = 490 / 7 = 70 N/ mm2

Dc =  √(4.F / Z.π. Teg.biar) =  √ (4.10 000 / 4.tiga,14. 70) = 6,7 mm (diameter terkecil)

Maka akbar diameter luar dari baut (d) :

dc   = 0,8 d ;   d = 1,25 .dc = 1,25 (6,7) = 8,375 (mm)‏ (diameter terbesar)

Dari tabel baut buat d = 8, 375 mm diambil M 10 x 1,25 menggunakan diameter luarnya   10 mm & jarak kisaarnya 1,25 mm.