Begini Memanaskan Mesin Mobil Yang Sahih

Jakarta, KompasOtomotif – Berlama-usang memanaskan mesin mobil sebelum memulai perjalanan masih menjadi norma, terutama di pagi hari atau ketika mobil telah usang didiamkan (lebih berdasarkan 6 jam). Namun menggunakan kemajuan teknologi injeksi dalam mesin mobil modern kebiasaan itu telah nir perlu lagi dilakukan.

Alasan utama, kebutuhan bahan bakar untuk proses pembakaran sudah diatur dengan mumpuni oleh Electronic Control Unit (ECU). Jadi tak perlu lagi proses pemanasan buat mendapatkan suhu optimal kerja mesin.

“Sebenarnya ketika mesin dihidupkan, kendaraan beroda empat yg menggunakan sistem injeksi telah sanggup pribadi digunakan tanpa ada masalah. Memanaskan buat mobil-kendaraan beroda empat sekarang paling ideal 30 dtk hingga 1 mnt, selebihnya percuma, karena hanya membuang bensin,” terang Arwin Sinaga, Kepala bengkel Daihatsu Pondok Indah, kepada KompasOtomotif, Rabu (23/4/2014).

Bila masih ragu, salahsatu cara mudah mengamati mesin telah pada syarat siap jalan dengan memperhatikan indikator temperatur mesin. Jika normal, jarum penunjuk perlahan naik ke posisi tengah. Setelah itu kendaraan beroda empat siap dipakai.

“Umumnya, begitu mesin menyala jarum langsung bergerak sedikit di bawah posisi tengah. Itu cuma masalah delay dalam sensor, sebenarnya mesin sudah siap,” ujar Arwin.

Pelumas Keraguan soal pelumas mesin yg belum bersirkulasi dengan baik, juga adalah asumsi yg kurang benar. Arwin menuturkan, kualitas pelumas yg tersebar kinijauh lebih baik, menggunakan catatan pelumas yg dipakai sesuai spesifikasi yang dianjurkan.

“Tidak semua material atau partikel pelumas langsung turun waktu mesin berhenti walau relatif usang. Sebagian tetap melekat pada jeroan mesin, ini menjaga mesin lebih baik lagi,” terangnya.

Dapatkan informasi, wangsit dan insight pada email engkau .Daftarkan email

Percuma Rutinitas memanaskan kendaraan beroda empat terlalu lama, terutama pada pagi hari, tergolong merugikan. Pasalnya, dalam syarat stasioner, mesin tetap meminta kebutuhan bensin. “Ukuran gas mobil normal berada pada 800 rpm (tanpa AC) hingga 1.200 rpm. Kalau mesin sudah stabil, untuk apa dipanaskan terlalu lama, percuma, karena boros bensin,” imbuh Arwin yang jua menunjukkan syarat itu seperti saat mobil terjebak macet.

Jadi, mobil-kendaraan beroda empat injeksi sebenarnya masih perlu dipanaskan tetapi waktunya jauh lebih singkat. Malah sekarang, Arwin menambahkan, membiarkan kendaraan beroda empat pada kondisi idle beberapa saat, umumnya dipakai buat mengulur saat agar AC bekerja mendinginkan suhu kabin.

RacunSaat terlalu lamamemanaskan kendaraan beroda empat, mesti diingat mobil menjadi sumber polusi udara. Emisi gas buang knalpot mengandung bahan-bahan berbahaya, terutama bagi kesehatan. Kandungan zat paling dominan yg keluar dari knalpot merupakan karbon dioksida (CO2). Bila hiperbola, senyawa kimia ini mampu menyebabkan gangguan pernapasan akut. 

Saat syarat idle, hanya sedikit kemungkinan asap knalpot masuk ke pada kabin. Namun yg perlu dikhawatirkan waktu kendaraan beroda empat dipanaskan di ruang tertutup, misalnya garasi atau parkiran gedung. Konsentrasi gas buang akan meningkat lantaran asap terperangkap pada ruang yg minim peredaran.

Dapatkan update warta pilihan & breaking news setiap hari menurut Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda wajibinstall aplikasi Telegram terlebih dulu pada ponsel.