Apa Hal Terakhir Yang Menciptakan Insan Tidak Sama Menurut Mesin? – Bbc News Indonesia

Viktor Mayer-SchonbergerBBC Future

Sumber gambar, MAURICIO LIMA/Getty ImagesKeterangan gambar,

apabila personal komputertelah melakukan hal-hal yang dulu merupakan pekerjaan yg sangat manusiawi maka apakah merupakan menjadi manusia pada masa depan?Salah satu informasi paling krusial dari AS di awal 2017 bukan dari menurut Gedung Putih, atau akun Twitter Donald Trump. Namun dia tersembunyi pada laporan yang dibuat bersama California Department of Motor Vehicles (DMV) dan dibuka untuk publik di situs web DMV.Laporan tadi memapar upaya Google (atau lebih tepatnya anak perusahaannya, Waymo) buat mewujudkan kendaraan tanpa pengemudi.Tertulis dalam laporan bahwa pada tahun 2016, mobil tanpa pengemudi kreasi Google telah menempuh jeda 1.023.330km & membutuhkan hegemoni manusia 124 kali. Itu berarti satu hegemoni dalam setiap 8.047km mobil itu berjalan tanpa pengemudi. Akan tetapi, yang lebih menakjubkan adalah kemajuan yg mereka capai dalam satu tahun: hegemoni insan berkurang dari 0,8 kali per seribu mil (1609,344km) menjadi 0,2, yang berarti peningkatan kinerja sebesar 400%. Dengan kemajuan sepesat itu, kendaraan beroda empat Google akan melampaui kemampuan mengemudi aku pada akhir tahun ini. Dahulu, mengemudi tampak misalnya keterampilan yg sangat manusiawi. Tapi kita jua berpikir begitu mengenai catur. Kemudian personal komputermengalahkan pecatur juara dunia, berkali-kali. Permainan taktik Go menggantikan catur sebagai uji litmus buat daya pikir insan; hingga 2016, waktu personal komputermengalahkan keliru seseorang pemain Go profesional kelas dunia. Komputer IBM bernama Watson memenangkan kuis Jeopardy – hal lain yg dipercaya sebagai domain insan. Dan sekarang computer membagi waktunya antara mengenali kanker kulit menggunakan menciptakan resep masakan, dan sebagainya.apabila personal komputertelah melakukan hal-hal yg dulu merupakan pekerjaan yg sangat manusiawi – yang membutuhkan pengetahuan, strategi, bahkan kreativitas – maka apakah artinya sebagai manusia pada masa depan? Sumber gambar, Fox Photos/Getty ImagesKeterangan gambar,

Para buruh perempuanmemasukkan kacang ke pada kaleng di sebuah pabrik di Cambridgeshire, Inggris. Pekerjaan ini kinitidak ada lagi.Beberapa orang risi bahwa kendaraan beroda empat dan truk tanpa pengemudi akan menggantikan jutaan supir profesional (mereka sahih) & mengganti seluruh industri (ya!). Tapi aku khawatir mengenai anak pria aku yg berusia enam tahun. Akan misalnya apa perannya pada dunia loka mesin telah mengalahkan manusia pada berbagai bidang? Apa yang akan ia lakukan, dan bagaimana hubungannya menggunakan mesin-mesin yg semakin pintar ini? Akan misalnya apa donasi beliau & mitra-kawan sesama manusianya pada dunia yang dia huni?Dibandingkan komputer, dia tak akan mampu menghitung atau merampungkan persamaan matematik lebih cepat. Ia tak akan mampu mengetik lebih cepat, mengemudi lebih baik, atau bahkan menerbangkan pesawat menggunakan lebih kondusif. Ia mungkin tetap mampu bermain catur dengan kawan-kawannya, tetapi karena ia insan, beliau tak akan punya kesempatan menjadi pemain catur terbaik pada semua global. Ia mungkin tetap menikmati bicara menggunakan banyak sekali bahasa (seperti yang ia lakukan ketika ini), namun pada kehidupan profesionalnya keterampilan itu mungkin bukan lagi keunggulan kompetitif, jika kita mempertimbangkan perkembangan mesin alih-bahasa real-time belakangan ini.Sumber gambar, Dan Kitwood/Getty ImagesKeterangan gambar,

Seorang pegawai pabrik mengamati mesin penyortiran otomatis di sebuah gudang milik supermarket Sainsbury’s.Sebenarnya, semuanya pulang kepada satu pertanyaan sederhana: Apa yang begitu spesialdalam diri kita, & apa yg membuat kita tak tergantikan? Pastinya bukan keterampilan misalnya aritmatika atau mengetik, yg telah dikuasai menggunakan baik oleh mesin. Juga bukan rasionalitas, lantaran dengan seluruh bias & emosi kita, manusia lemah mengenai hal itu.Jadi mungkin kita bisa memikirkan kualitas pada ujung lain spektrum: kreativitas radikal, orisinalitas irasional, bahkan sedikit kegilaan tidak logis, menjadi ganti akal yg kaku. Ibarat dalam cerita Star Trek, kita sebagai lebih mirip Kirk daripada Spock. Sejauh ini, mesin kesulitan meniru kualitas ini: lompatan keyakinan yg ‘gila,’ cukup sewenang-wenang sebagai akibatnya tidak sanggup diprediksi oleh bot, tetapi lebih dari sekedar tindakan rambang. Kesulitan mesin adalah kesempatan kita.Saya tidak menyarankan supaya kita menyerah buat memakai nalar sehat, logika, dan pemikiran kritis. Justru lantaran saya sangat menghargai nilai rasionalitas & pengetahuan, saya yakin kita bisa sedikit merayakan sebaliknya.Saya juga bukan seorang luddite (pembenci teknologi). Malah kebalikannya. Jika kita terus berupaya menyempurnakan mesin pemroses fakta itu dan menciptakan mereka beradaptasi & belajar dari setiap hubungan menggunakan lingkungan, berdasarkan setiap bit data yang dipasok kepada mereka, kita akan mempunyai asisten rasional yang bisa membantu kita. Mereka akan memberdayakan kita buat mengatasi banyak sekali keterbatasan kita sebagai manusia pada mengubah keterangan menjadi keputusan rasional. Dan komputer pun akan semakin baik & semakin baik lagi buat hal itu.Sumber gambar, Chung Sung-Jun/Getty ImagesKeterangan gambar,

Para buruh wanita berdasarkan Korea Utara bekerja menggunakan cekatan pada suatu perusahaan tekstil Korea Selatan.Jadi kita wajibmengarahkan donasi insan terhadap pembagian pekerjaan ini untuk melengkapi rasionalitas mesin, bukan bersaing dengannya. Karena hal itulah yang akan selalu membedakan kita menurut mereka, dan perbedaan inilah yg menciptakan nilai.apabila gw benar, kira wajibmemelihara jiwa kreatif, sikap spontan, bahkan inspirasi tak rasional pada mendidik anak-anak kita. Bukan karena ketidakrasionalan itu merupakan sebentuk kebahagiaan tak terkira, tetapi karena sepercik kreativitas tak logis akan melengkapi rasionalitas mesin. Hal ini akan adalah jaminan bahwa kita selalu punya tempat pada evolusi.Akan namun, sayangnya, sistem pendidikan kita belum siap berhadapan dengan Zaman Mesin Kedua yang akan datang ini. Seperti petani yang berkutat pada pola pikir pra-industri, sekolah dan universitas kita terstruktur buat membentuk murid yg menjadi budak patuh rasionalitas, & mengembangkan keterampilan yg usang pada berinteraksi dengan mesin yg usang pula.Sumber gambar, Sean Gallup/Getty ImagesKeterangan gambar,

Mobil yg sudah terselesaikan di jalur perakitan pada pabrik mobil Volkswagen, Jerman.Jika kita memperlakukan tantangan yang datang menurut mesin itu menggunakan benar-benar-sungguh, kita perlu mengubahnya, dan dengan cepat. Tentu saja kita perlu terus mengajarkan pentingnya rasionalitas berdasarkan warta, dan bagaimana warta yg lebih seksama menuntun dalam keputusan yg lebih baik. Kita perlu membantu anak-anak kita belajar bagaimana cara terbaik bekerja dengan komputer-personal komputerpandaibuat menyempurnakan proses pengambilan keputusan insan. Namun hal paling penting merupakan kita wajibmempertahankan perspektif jangka panjang di benak kita: bahwa meskipun personal komputerakan lebih pintar dari kita, kita tetap bisa sebagai yg paling kreatif, jika kita menduga kreativitas sebagai galat satu sifat yang mendefinisikan sifat insan. Misalnya pandangan baru-pandangan baru tidak rasional yg lucu, atau luapan emosi.Lantaran apabila nir, kita tak akan cukup bernilai pada ekosistem masa depan, dan itu menciptakan dasar eksistensi kita sebagai pertanyaan.Kita sebaiknya memulainya sekarang pula. Karena ketika keberadaan & tujuan kemanusiaan sebagai taruhan, maka hanya serius dalam politik partisan & media umum presiden Alaihi Salam akan tak lebih sia-sia dibanding menyusun ulang posisi kursi dek pada kapal Titanic.